Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Perpisahan

          Kau memang sangat kejam seperti iblis yang tak pernah mau disalahkan,wahai perpisahan. Jujur aku tak ingin kau ada. Aku ingin kau menjauh. jangan menghadang kami. Kami sungguh membencimu. Tak sadar kah kau di benci semua manusia?ah kau tetap kuasa nyatanya.           Kau memisahkan banyak sejoli,yang pada akhirnya mereka hanya bisa merenung,menatap,menangis dan mengenang. Kau jatuhkan semua rintikan air mata yang indah itu dari setiap ujung mata seseorang yang kau pisahkan.          Kau hilangkan kebersamaan mereka. Kau buat mereka berubah setelahnya. Kau kejam. Kau tak mengerti betapa sakitnya mereka. Kau rubah rasa manis menjadi pahit. Kau amat sadis.

Sejarahnya

Sulit memang menjauhkan sejarah. Nyatanya di seluruh penduduk hatinya kau yang terpopuler dan tersorot untuknya. Kau hebat, masih menaungi lautan hidupnya. Sedalam apa kau buat jurang dalam hidupnya?sampai-sampai dia tak kuasa beranjak ke hilir. Ah dasar kau sejarah. Mengapa sulit untuk menghapusmu?(ohiya lupa,sejarah bukan untuk di hapus) Terus saja bayangmu yang menghantui dia,bukan aku.mau sampai kapan?sampai dia mati?ya janganlah. Sejarah,bisa kah kau pulang?aku tak ingin kau disini. Ya di pertengahan 2 sejoli. Pulang kau,pulang sana. Aku muak denganmu oh sejarah. Kau tak membuahkan lukis senyum sedikitpun,dasar kau iblis. Bayangmu masih saja terngiang-ngiang dalam lamunannya,ah kau selalu menang. Tapi biarlah,aku akan buka kelopak hatinya agar dia melihatku,selalu.