Langsung ke konten utama

Perpisahan

          Kau memang sangat kejam seperti iblis yang tak pernah mau disalahkan,wahai perpisahan. Jujur aku tak ingin kau ada. Aku ingin kau menjauh. jangan menghadang kami. Kami sungguh membencimu. Tak sadar kah kau di benci semua manusia?ah kau tetap kuasa nyatanya.
          Kau memisahkan banyak sejoli,yang pada akhirnya mereka hanya bisa merenung,menatap,menangis dan mengenang. Kau jatuhkan semua rintikan air mata yang indah itu dari setiap ujung mata seseorang yang kau pisahkan.
         Kau hilangkan kebersamaan mereka. Kau buat mereka berubah setelahnya. Kau kejam. Kau tak mengerti betapa sakitnya mereka. Kau rubah rasa manis menjadi pahit. Kau amat sadis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setengah Sadar

Hidupkanlah  hati kami Tingkatkanlah sabar kami Jika saja yang berada dibumi, akan pergi dan tak kembali. Kumpulkanlah tenaga setelah terkuras habis air mata Jika saja hujan bisa menghapus semua Sesal mungkin takkan pernah ada. -nvrzaa

Berat

Ternyata,  komitmen itu berat Sangat erat Sedikit kau kotori,  ia mudah berkarat "Komitmen itu amanat" Ia sebuah nazar yang suci Hanya bisa dicapai oleh sang ahli Barangkali, Salah satu dari kita melukai Merunduklah dan memperbaiki Sekali lagi, Merunduklah, Ucapkan tekad untuk tak ulangi. Sebab Hati, mudah tersakiti. -nvrzaa

Terisak

Oh tidakkk!!! Air itu pecah mengguyur seluruh wajah. Hatinya berdebar kencang tanpa dapat di kondisikan. Sesak seperti tak ada kesempatan bernapas kembali. Jika saja sebuah rasa bisa mati sampai akarnya, mungkin peristiwa diatas tidak dapat menyerang kembali. Tubuh terguyur lemas tanpa harap melihat kembali atas apa yang telah terjadi.  dengan sigap mengambil air wudhu lalu beribadah bersujud pada sang pemilik hati. Bagaimana bisa selemah ini hati dikecilkan, pandangan membuyar membasahi pakian yang dikenakan. Bersedu sambil berkata "sesungguhnya engkaulah Maha Pemilik Hati, maka jagalah hati ini jangan lagi hancur kembali".