Langsung ke konten utama

Sejarahnya

Sulit memang menjauhkan sejarah. Nyatanya di seluruh penduduk hatinya kau yang terpopuler dan tersorot untuknya. Kau hebat, masih menaungi lautan hidupnya. Sedalam apa kau buat jurang dalam hidupnya?sampai-sampai dia tak kuasa beranjak ke hilir. Ah dasar kau sejarah. Mengapa sulit untuk menghapusmu?(ohiya lupa,sejarah bukan untuk di hapus)
Terus saja bayangmu yang menghantui dia,bukan aku.mau sampai kapan?sampai dia mati?ya janganlah.
Sejarah,bisa kah kau pulang?aku tak ingin kau disini. Ya di pertengahan 2 sejoli. Pulang kau,pulang sana. Aku muak denganmu oh sejarah. Kau tak membuahkan lukis senyum sedikitpun,dasar kau iblis. Bayangmu masih saja terngiang-ngiang dalam lamunannya,ah kau selalu menang. Tapi biarlah,aku akan buka kelopak hatinya agar dia melihatku,selalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setengah Sadar

Hidupkanlah  hati kami Tingkatkanlah sabar kami Jika saja yang berada dibumi, akan pergi dan tak kembali. Kumpulkanlah tenaga setelah terkuras habis air mata Jika saja hujan bisa menghapus semua Sesal mungkin takkan pernah ada. -nvrzaa

Berat

Ternyata,  komitmen itu berat Sangat erat Sedikit kau kotori,  ia mudah berkarat "Komitmen itu amanat" Ia sebuah nazar yang suci Hanya bisa dicapai oleh sang ahli Barangkali, Salah satu dari kita melukai Merunduklah dan memperbaiki Sekali lagi, Merunduklah, Ucapkan tekad untuk tak ulangi. Sebab Hati, mudah tersakiti. -nvrzaa

Terisak

Oh tidakkk!!! Air itu pecah mengguyur seluruh wajah. Hatinya berdebar kencang tanpa dapat di kondisikan. Sesak seperti tak ada kesempatan bernapas kembali. Jika saja sebuah rasa bisa mati sampai akarnya, mungkin peristiwa diatas tidak dapat menyerang kembali. Tubuh terguyur lemas tanpa harap melihat kembali atas apa yang telah terjadi.  dengan sigap mengambil air wudhu lalu beribadah bersujud pada sang pemilik hati. Bagaimana bisa selemah ini hati dikecilkan, pandangan membuyar membasahi pakian yang dikenakan. Bersedu sambil berkata "sesungguhnya engkaulah Maha Pemilik Hati, maka jagalah hati ini jangan lagi hancur kembali".