Langsung ke konten utama

Kebenaran yang tak terdengar

Ada di suatu hari terfokus pada dunia
Merenung tingkah buruk apa yang disesali
Begitu banyaknya nikmat yang tak disyukuri
Derajat menjadikan acuan seseorang tak lagi menjadi kerabat
Begitu sombongnya sebuah gelar
Hingga silaturahmi terputus dan kelar

Kawan sejati yang membantu saat terjatuh,
Tak lagi di anggap karena penampilan yang lusuh.
Dikota ini,
Keadilan berlomba untuk benar benar dibela
Namun apa?
Nyatanya hanya insan-insan yang bernyawa hijau,
Yang selalu di dengar dan di rangkul.
Sungguh benar nelangsa hidup di dunia,
Benar di salahkan,
Uang di dahulukan.
Dan karya dilecehkan.
-nvrzaa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setengah Sadar

Hidupkanlah  hati kami Tingkatkanlah sabar kami Jika saja yang berada dibumi, akan pergi dan tak kembali. Kumpulkanlah tenaga setelah terkuras habis air mata Jika saja hujan bisa menghapus semua Sesal mungkin takkan pernah ada. -nvrzaa

Berat

Ternyata,  komitmen itu berat Sangat erat Sedikit kau kotori,  ia mudah berkarat "Komitmen itu amanat" Ia sebuah nazar yang suci Hanya bisa dicapai oleh sang ahli Barangkali, Salah satu dari kita melukai Merunduklah dan memperbaiki Sekali lagi, Merunduklah, Ucapkan tekad untuk tak ulangi. Sebab Hati, mudah tersakiti. -nvrzaa

Terisak

Oh tidakkk!!! Air itu pecah mengguyur seluruh wajah. Hatinya berdebar kencang tanpa dapat di kondisikan. Sesak seperti tak ada kesempatan bernapas kembali. Jika saja sebuah rasa bisa mati sampai akarnya, mungkin peristiwa diatas tidak dapat menyerang kembali. Tubuh terguyur lemas tanpa harap melihat kembali atas apa yang telah terjadi.  dengan sigap mengambil air wudhu lalu beribadah bersujud pada sang pemilik hati. Bagaimana bisa selemah ini hati dikecilkan, pandangan membuyar membasahi pakian yang dikenakan. Bersedu sambil berkata "sesungguhnya engkaulah Maha Pemilik Hati, maka jagalah hati ini jangan lagi hancur kembali".