Langsung ke konten utama

Si Ngawur (ialah kawan tempur)

Sekali lagi, aku ingin bertengkar pikiran. Hanya dengan itu aku bisa berlama-lama bersama kalian. Membuat seluruh tenagaku terkuras hanya karena sebuah pendapat. Bahkan sesekali kalian membuat lelucon gila yang garing agar kami kembali tertawa.
Wah, bahagia bukan? Tentu. Seperti itu pula rasanya aku ingin terus bersama kalian. Bahkan saat liburan tiba aku merasa sangat sedih. Bergurau bersama kalian menjadi tertunda. Dan aku hanya bisa menunggu hari libur itu berlalu. Hingga saat kami bertemu kembali. Menceritakan sisa hari tanpa bersama. Kau udin,bicara bahwa kau hanya makan dan menonton tv. Kau sapri,bicara bahwa kau hanya keliling kota dengan kawanmu. Kau bejo,bicara bahwa kau hanya nge-date dengan pacarmu. Kau inah,bicara bahwa kau hanya shopping ke mall. Kau jupri,bicara bahwa kau hanya bermain futsal hobbi mu itu. Dan aku, hanya begini saja.

Entah dari segi apa aku harus bersedih, akan bermasa berhenti sudahi kebiasaan bercanda gurau dengan kalian. Akan bermasa dimana aku merindu pada malam hari ketika hening. Rasanya aku tak akan sanggup. Sungguh,menyedihkan.
Bahkan membayangkan pun enggan.

Selalu terngiang di pikiran perpisahan kami; saat-saat aku dan kalian sedang berkumpul, berbincang tentang si botak,menceritakan betapa menyebalkannya guru, Dan mengulik keunikan dunia. Ingin ku peluk kalian dengan erat tiba-tiba. Dan pasti kau akan bertanya-tanya setelahnya menertawaiku. Hahaha sesingkat itu takutku.
Kemudian ku berterimakasih pada Tuhan karena telah mengenalkan ku pada kalian. dan aku selipkan pada doa dalam khusyu ku.
sukses mu adalah kerja kerasmu.
kawan mu adalah pendampingmu.
do'a ku adalah semoga kita bisa kembali bertemu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setengah Sadar

Hidupkanlah  hati kami Tingkatkanlah sabar kami Jika saja yang berada dibumi, akan pergi dan tak kembali. Kumpulkanlah tenaga setelah terkuras habis air mata Jika saja hujan bisa menghapus semua Sesal mungkin takkan pernah ada. -nvrzaa

Berat

Ternyata,  komitmen itu berat Sangat erat Sedikit kau kotori,  ia mudah berkarat "Komitmen itu amanat" Ia sebuah nazar yang suci Hanya bisa dicapai oleh sang ahli Barangkali, Salah satu dari kita melukai Merunduklah dan memperbaiki Sekali lagi, Merunduklah, Ucapkan tekad untuk tak ulangi. Sebab Hati, mudah tersakiti. -nvrzaa

Terisak

Oh tidakkk!!! Air itu pecah mengguyur seluruh wajah. Hatinya berdebar kencang tanpa dapat di kondisikan. Sesak seperti tak ada kesempatan bernapas kembali. Jika saja sebuah rasa bisa mati sampai akarnya, mungkin peristiwa diatas tidak dapat menyerang kembali. Tubuh terguyur lemas tanpa harap melihat kembali atas apa yang telah terjadi.  dengan sigap mengambil air wudhu lalu beribadah bersujud pada sang pemilik hati. Bagaimana bisa selemah ini hati dikecilkan, pandangan membuyar membasahi pakian yang dikenakan. Bersedu sambil berkata "sesungguhnya engkaulah Maha Pemilik Hati, maka jagalah hati ini jangan lagi hancur kembali".