Langsung ke konten utama

Trauma


Kini aku berada dalam lamunan masa
Dengan rekaman janji manismu
Tersirat selalu kalimat indah dari cibirmu
Apa kau lupa dengan pemanismu itu?
Aku hanyalah makhluk perasa nyamanmu
Terdiam di derasnya hujan
Dengan selimut hayal yang tak akan pernah berakhir
Takaran manis mu membuat ku trauma akan membuka pintu hati
Apa obat trauma ku?
Apakah harus menunggu kedatangan mu kembali sang pemeluk hati ku?
Haruskah aku menanti mu kembali wahai pujaan hati
Meski nyatanya kau tak tahu jalan pulang padaku
Lantas apa apreasiasi penantian ku ini?
Aku rasa tak ada yang perlu kembali pulang
Karena sang pemeluk hati telah hilang demi memeluk hati lain
Pergi lah,jangan kau nodai hati baru mu.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setengah Sadar

Hidupkanlah  hati kami Tingkatkanlah sabar kami Jika saja yang berada dibumi, akan pergi dan tak kembali. Kumpulkanlah tenaga setelah terkuras habis air mata Jika saja hujan bisa menghapus semua Sesal mungkin takkan pernah ada. -nvrzaa

Berat

Ternyata,  komitmen itu berat Sangat erat Sedikit kau kotori,  ia mudah berkarat "Komitmen itu amanat" Ia sebuah nazar yang suci Hanya bisa dicapai oleh sang ahli Barangkali, Salah satu dari kita melukai Merunduklah dan memperbaiki Sekali lagi, Merunduklah, Ucapkan tekad untuk tak ulangi. Sebab Hati, mudah tersakiti. -nvrzaa

Terisak

Oh tidakkk!!! Air itu pecah mengguyur seluruh wajah. Hatinya berdebar kencang tanpa dapat di kondisikan. Sesak seperti tak ada kesempatan bernapas kembali. Jika saja sebuah rasa bisa mati sampai akarnya, mungkin peristiwa diatas tidak dapat menyerang kembali. Tubuh terguyur lemas tanpa harap melihat kembali atas apa yang telah terjadi.  dengan sigap mengambil air wudhu lalu beribadah bersujud pada sang pemilik hati. Bagaimana bisa selemah ini hati dikecilkan, pandangan membuyar membasahi pakian yang dikenakan. Bersedu sambil berkata "sesungguhnya engkaulah Maha Pemilik Hati, maka jagalah hati ini jangan lagi hancur kembali".